http://emoticongue.blogspot.com -->

.t.h.e. .l.a.m.p. .p.o.s.t.

Tuesday, January 16, 2007

Aku dan RS itu

Aku terbangun, rasanya kepalaku pusing sekali. Dimana ini?
Mataku kubuka pelan-pelan, tampak di sekelilingku putih. Kulihat lagi, aku terbaring di ranjang. Dan ibuku tertidur di sebelahku. Kuingat-ingat lagi.. apa yang terjadi ya?

Sekilas ingatanku mulai kembali.
Tapi kok...
Teringat saat aku mulai menggeliat keluar dari sebuah lubang kecil,
dorongan demi dorongan,
Teriakan seorang wanita,
Lalu tawa bahagia,
Mereka berseru senang, entah apa yang mereka celotehkan.
Lalu aku melihatnya, wanita yang kini tertidur di samping tempat tidurku. Kelelahan, tapi tetap cantik, senyum yang tampak penuh kesakitan, tapi tetap tulus.

Lalu, ingatanku melompat lagi.
Saat itu, bisikan-bisikan, kata-kata yang kudengar berulang-ulang. Akhirnya kucoba tirukan, "Mama" Iya itu nama wanita di sampingku sekarang. Mama...
Lalu...
Saat itu di gedung yang sangat besar. Nyanyian yang terasa indah. Lalu mama menggendongku maju. Orang itu menyentuh kepalaku, basah, tapi penuh ketenangan.
Lalu aku melihatnya. Pria berbaju putih. Wajahnya tenang memancarkan perlindungan.
Siapa dia?

Lalu...
Oh cowok sial itu, namanya Eric, dia selalu menggodaku sejak SD. Ada aja ulahnya. Menyembunyikan tasku, sepatuku, baju olahragaku, bukuku. Mungkin jika kepalaku bisa dicopot maka akan disembunyikan juga.
Tapi kenapa aku merasa kehilangan dia ya? Dia kan nyebelin...
Eh, kok kulihat pria tu lagi di sana. Tertawa setiap Eric berulah. Dia menertawaiku ya?

Lho, kok Eric juga di ruangan ini?
Dia duduk di pojok ruangan, matanya memandangku. Kenapa ya? aku cantik kali?
Eh kok jadi narsis? kok jadi salah tingkah?

Dan akhirnya...
Kuingat lagi kejadian itu.
Saat aku menyeberang jalan. Mobil itu sangat cepat.
Sakit...
lalu gelap.

Lho!
Kok pria itu ada di sini juga?
Dia meraih tanganku, tubuhku semakin ringan.
Mama! Eric!
Apa yang terjadi...
"Tenanglah, aku menjemputmu pulang sayang."
Suaranya tenang.
Dia mulai bercerita tentang tempat tujuanku, pantai yang indah, padang rumput hijau.
Aku pun mengikutinya.

Samar-samar terdengar tangisan ibuku.
"Tenanglah, ibumu akan baik-baik saja. Dia akan menjaganya."

"Anakku, harusnya kamulah yang menggali kuburku, bukan sebaliknya."

Prieta Savitri,
Oktober 1984 -Desember 2006.
Akan selalu terkenang di hati.
Sampai ketemu lagi, sayang!

Labels:

Sunday, January 14, 2007

Flash Fiction 2

"Mau kemana?" tanyaku.
"Lantai 4, lagi stress nih"
Dan ia pun berjalan menaiki tangga, kebingungan memancar dari matanya.
Namanya Gamma, seorang mahasiswa TC, mahasiswa yang brilian, IPK 3,7 dan dia sedang mengerjakan TA-nya.
Tidak ada yang benar-benar mengenalnya lebih dekat. Dia pendiam, tidak suka bergaul dengan kami. Satu-satunya tempat curahan hatinya adalah Durga, seorang wanita yang memikat hatinya sejak setahun yang lalu, dan sudah beberapa bulan mereka berpacaran.

Setelah mereka berpacaran, Gamma mulai berubah, dia menjadi lebih terbuka, dan lebih ceria. Beberapa hari ini Gamma tampak serius mengerjakan TA-nya. Pernah beberapa hari dia di depan komputer nyaris tanpa istirahat, hanya tidur, makan dan buang air.

Harusnya hari itu aku tidak hanya menyapanya.
Harusnya hari itu aku mengajaknya bicara.

Hari ini di koran,"Mahasiswa ITS tewas bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari lantai 4, diduga stress karena baru putus dengan pacarnya"

Labels:

Debut Flash

Abis mbaca blog-nya Rianto yang lagi belajar nulis cerita flash, aku jadi pengen nulis juga.
Cerita ini terinspirasi dari cerita seseorang. Langsung aja, judulnya SMS Selingkuh.

SMS Selingkuh

Lita: Sis, aku baru liat cowokmu jalan sama cewek lain
Sita: Oh ya, dimana?
Lita: Di TP, lagi go show sekarang!
Sita: Okelah aku cek dulu ya.
Sita: Jok, kamu lagi dimana?
Joko: Di TP sama Santi, emang kenapa?
Sita: Cewek barumu?
Joko: Iya
Sita: Ya sudahlah, aku juga mau jalan sama Argo.
Tapi Senin kita jadi nonton ya?
Joko: Iya sayang, apa sih yang enggak buat kamu.

Labels: ,