http://emoticongue.blogspot.com -->

.t.h.e. .l.a.m.p. .p.o.s.t.

Wednesday, March 07, 2007

Moral cerita Manusia vs Keledai

Setelah membuat postingan nganggur manusia vs keledai, ternyata ada beberapa yang nggak nyandak moral ceritanya. Jadi gini moral ceritanya:
  1. Apakah kita bertindak seperti keledai, sekali jatuh ke lubang lalu tidak mau mencoba lagi?
  2. Ataukah kita menjadi manusia yang jatuh ke lubang yang sama dengan cara yang berbeda?
  3. Apakah benar bahwa SATU kegagalan berarti kegagalan seterusnya?
  4. Apakah benar kita bertindak lebih pintar dari keledai dengan "menghindari lubang"? Menurutku seharusnya kita "menutup lubang" bukan menghindarinya.
  5. Berpikirlah di luar kotak, jangan jadi orang yang terjebak dengan stigma, tradisi, dan kata orang. Percaya bahwa apa yang kamu lakuin benar, dan JUST DO IT! sekalipun masalah menghadang, sekalipun badai menerjang, sekalipun orangtua melarang, kalau kamu yakin jalan pasti terbuka.
  6. Tumben aku bisa ngomong kayak gini.....

Labels: , ,

Tuesday, February 27, 2007

Manusia vs Keledai

Keledai tidak jatuh ke lubang yang sama dua kali

Kalau kata pepatah itu artinya keledai aja belajar dari kesalahan. Aku punya perbandingan antara manusia dan keledai:

Keledai
Hari 0:
Berjalan, jeblok...
"Damn! Kok ada lubang di sini sih?"
Keluar dari lubang
"Huff, besok-besok nggak lewat sini lagi, ada lubangnya"
Jalan dengan cuek.

Besoknya
"Wah jalan yang ini lagi, lewat jalan lainnya ah"
Dan sampailah keledai itu dengan selamat.

Manusia
Hari 0:
Berjalan, jeblok...
"Damn! Kok ada lubang di sini sih?"
Keluar dari lubang

Hari 1:
Berjalan,
"Wah jalan yang ini, di situ ada lubang. Mungkin lubang itu ilusi"
Berjalan lagi dengan menggumam
"Tidak ada lubang, lubang hanya ilusi"100x
Jeblok!
"Ternyata lubang itu nyata"

Hari 2:
Berjalan,
"Eh lubang itu ya"
Lalu dicoba ditutupi pakai daun.
"kayaknya sudah kuat deh!"
Berjalan dan Jeblok!
"Sial ternyata daun kurang kuat"

Hari 3:
Berjalan,
"Kemarin daun nggak bisa, coba ditutup pakai kayu"
Lalu lubang ditutup dengan kayu
Prok! Prok!
"Cukup kuat"

Hari 4-10:
Lewat di atas kayu dan aman-aman saja

Hari ke 11:
Lewat di atas kayu dan jeblok.
"Kayunya kurang kuat! ditutup pasir aja deh"
Lalu lubang ditutup pasir dan lubangnya akhirnya tidak ada lagi.

Berapa kali manusia jatuh? 5x. Dan apakah manusia lebih bodoh dari keledai? Aku rasa tidak.

Labels: , , , ,

Thursday, February 22, 2007

Mobil Transmisi Otomatis vs Mobil Full Otomatis

Sebuah percakapan ringan yang terjadi beberapa bulan lalu di keluargaku di Solo
Om-ku : Corolla-ku sudah canggih, transmisi otomatis. Tinggal masukkan gigi drive udah nggak perlu ganti gigi lagi
Mama-ku : Canggihan mobilku, tinggal nyegat, trus kita duduk, dia jalan sendiri, kalo udah nyampai tinggal bilang.

Ternyata bemo lebih canggih dari Corolla yang matic sekalipun :))

Labels: , , ,

Wednesday, February 21, 2007

Campuran rasa tutty-frutty

Suatu pembicaraan di Sabtu pagi:
intro: ngomonging novel, film, kerjaan, dll
D : Trus waktu habis kontrakmu tetep atau terus?
A : Maunya sih pindah. Rencananya tahun depan aku nikah
D : Silence....
D : Trus?
A : L kan udah di Balikpapan
D : Lho bukannya di Bekasi?
A : Dia pindah ke Total, kalo jadi ya aku nyari kerjaan di Balikpapan

Campuran rasa kaget, senang, cemburu, dan sedih
Kaget: Yah soalnya tikungan yang mengejutkan
Senang : Mosok sahabatnya sudah menemukan calon pendamping hidup kita nggak ikut senang?
Cemburu : Lha iya, wong aku masih jomblo... :p
Sedih : Kok harus pindah ke Balikpapan sih? Jadi jarang ketemu.

Tapi entah kenapa aku nggak bisa ngasih selamat sama sahabatku saat itu.
Baru sekarang aku bisa ngomong:
Selamat ya.... Semoga berbahagia...
Toast! For a happy couple and a long life marriage!

Labels: , ,

Thursday, February 08, 2007

Laptop n sidang TA

Di tengah kebingungan teman-teman waktu mau sidang TA tadi, tiba-tiba temenku si Guguk ngomong:
Sing nduwe ae durung TA tapi laptope wes sidang peng pindo..

:)) Sabar, guk!
Semester ngarep bareng aku yo!!!

Labels: , , ,

Cewek dan Kopi

Aku ingat suatu deskripsi tentang cewek dari seniorku dulu:
"Cewek itu seperti kopi, cari yang bagus, gulanya pas, diminum waktu anget, nah trus kan habis, tinggal sepahnya..."
"trus?"
"Yo dibuang..."
"Damn!"

Labels: , , ,

Thursday, February 01, 2007

Mutung-Sarkastic Explained

Aku iki sopo seh...

Ungkapan itu pertama kali kudengar dari PackDe, orang paling senior di TC saat itu (lha gimana nggak wong Kajurku aja manggil dia PackDe), Sang Mutunger generasi pertama.
Trus kata-kata yang khas dari aku apa? (yang mendapat tahta Mutunger Generasi kedua , yang bahkan lebih kondang dari generasi pertama, walaupun aku nggak semutung generasi ketiga).
Wes Mutung ae...
Wes nang lantai papat ae...
Tinggal milih alat, mau tali? jurang? baygon? lantai 4? ditabrak mobil?
Sebenarnya ada alasan dibalik saraktisme dalam ucapanku yang sering dianggap ngajak orang mutung (kalo pakai bahasanya ninja "underneath the underneath"). Sebenarnya bukan...
Kalau pernah dengar reverse psychology pasti paham kalau kadang2 sesorang harus dimotivasi dengan ditantang.
Sebenarnya tujuannya untuk mencerahkan.

"Wes lantai papat ae..",
atau "Tinggal milih alat, mau tali? jurang? baygon? lantai 4? ditabrak mobil?"
Tujuannya adalah untuk menunjukkan pada seseorang bahwa masalah yang dihadapi itu cuman masalah biasa, bukan masalah yang bisa bikin dia bunuh diri.

"Wes mutung ae!",
Tujuannya adalah untuk membuat sesorang melakukan kontemplasi (halah!) apakah selama ini motivasinya kurang, ataukah pekerjaannya terlalu berat, ataukah mungkin memang tidak bisa diselesaikan. Setelah selesai kontemplasi maka dia akan jauh lebih fokus, entah fokus ngerjain atau fokus mutung.

"Mutung itu pilihan"
Tujuannya jelas kan? Untuk menyadarkan seseorang bahwa dari sekian opsi yang dia miliki dia masih satu punya opsi lagi "do nothing", atau "live to fight another day".

Biasanya aku ngomong gitu untuk motong orang yang lagi curhat dan down emosinya.



But why the hell I'm explaining myself?
Gara-gara postingan ini yang "menuduh" aku bener2 mutungan. Sebenarnya iya aku kadang mutung, tapi hal itu sering kulakukan gara-gara aku ngerasa apa yang lagi aku lakuin nggak worthed, atau terlalu njelimet dan membuang terlalu banyak energi.

Banyak orang terlalu fokus sama apa yang mereka kerjain dan lupa menghitung apakah yang mereka kerjakan itu worthed apa nggak. Sehingga mereka mengejar mati2an sesuatu hanya gara-gara kata Tak Kenal Menyerah! padahal mereka hanya mengejar sesuatu yang nggak bakal mereka dapat

Intine sih "pick your fight wisely", meski kadang aku gegabah milih pertempuran atas nama "kebenaran dan keadilan", soalnya idealisme kan bukan soal menang-kalah.
Jadi karakterku mirip2 Nara Shikamaru lah...

Masih punya keberatan dengan sarkatisme mutung-ku?
Postingan ini nggak antie-banget kan?

Labels: , , , ,

Orang kecil itu (lebih) bijaksana

Seperti biasa, aku berangkat ke kampus naik bemo O. Dan peristiwa unik ini terjadi:
Seorang penumpang turun dan membayar, lalu sopir bemo memberi kembalian. Setelah sang ibu mulai berjalan pergi, tiba-tiba sang sopir berteriak,
"Tunggu bu, kembaliannya nggak kurang?"
Sang ibu mulai memeriksa kembaliannya,
"Nggak kok pak, udah pas."
"Oh ya, kalo gitu ya udah, siapa tahu saya lupa ngasih uang 5000an."
Kedengarannya seperti percakapan biasa huh?
Tapi beberapa saat kemudian sang sopir menurunkan seorang ibu yang duduk di depan. Dan dia mulai menerangkan pada ibu itu:
"Nanti ibu nyegat bemo P, warnanya putih, trus bilang turun di Pasar Pucang."
Lalu setelah ibu itu turun dia mulai menjelaskan pada kami:
Ibu tadi
Baru keluar dari kerjaannya, nggak tahan habis majikannya cerewet. Trus saya kasih tahu ada orang nyari karyawan di Pucang, siapa tahu ibu itu cocok.
Hmm...
Speechless, di tengah himpitan hidupnya, sopir masih sempat nolong orang lain, dan bersikap jujur. Mungkin orang-orang kayak gini yang cocok jadi anggota DPR.

Labels: , , ,

Wednesday, January 31, 2007

Inspirasi dari Smallville

Smallville adalah serial yang padat nilai. Di season 6, episode 11 yang judulnya Justice ada kutipan kayak gini:

Because there are more important thing in this world than what I want or what I love
-= Oliver Queen a.k.a Green Archer

So true.
Tapi mungkin hanya sebuah pembenaran dari mahasiswa yang sudah nelantarin kuliahnya untuk suatu hal yang biasa disebut IDEALISME.

Labels: , , ,

Monday, January 29, 2007

Lagu anak-anak masa kini

Di suatu sore, saat Surabaya hujan, Aku pulang ke Sidoarjo naik bemo kuning (namanya GV ato TG ato apalah lupa, pokoknya yang kuning trus strip ijo itu). Nah, setelah aku naik, ada seorang ibu membawa beberapa anak kecil, salah satunya perempuan, usianya mungkin 3-4 tahun, dan masih digendong. Setelah beberapa saat anak itu mulai menyanyi:
Cinta ini kadang tak ada logika
- Agnes - Tak Ada Logika.
Lho? Kok?
Pada waktu aku seusianya lagu yang aku nyanyikan ya paling balonku ada lima, atau lagu favortiku tentang pelanduk, kalo nggak ya lagu kingkong badannya besar.Tapi anak kecil ini kok lagunya kayak gini sih?

Setelah dipikir-pikir lagi... Emang ada artis cilik jaman sekarang? Ada juga Samuel, trus dulu ada Sherina, sebelumnya ada Joshua, trus Enno Lerian, dan Agnes Monica, Leony waktu masih lucu-lucunya, trus sekarang wes nggak ada lagi.

Jadi...
Where The Hell penyanyi cilik jaman sekarang?
Apa menjadi penyanyi cilik sekarang tidak menguntungkan?

Tapi inti masalahnya bukan itu.
Seakan-akan anak kecil jaman sekarang dipaksa untuk mendengarkan musik2 dewasa. Hal yang umum kalau mereka hapal lagunya Peter Pan, Radja, Samson, atau grup sejenis.
Lagu-lagu tentang cinta, patah hati, dll.
Sadarlah kalau mereka masih kecil!!!

Woi....
Mau dibawa kemana generasi anak-anak kita?
Mendingan kalau anaknya ikut Sekolah Minggu, atau Paduan Suara Gereja, mereka bisa belajar lagu yang sesuai dengan mereka.
Kalau nggak?
Mereka bakal belajar akselerasi tentang cinta, poligami (kayak lagunya Astrid), TTM, jauh lebih cepat dari aku dulu (waktu SD aku nggak tahu apa-apa soal itu, aku masih polos :| ).
Sangat wajar kalau anak SD jaman sekarang udah mulai nyari pacar, patah hati, jatuh cinta, wong emang yang mereka dengerin musik tentang itu.

Mungkin para orangtua harus mempertimbangkan masuk ke pasar loak dan mulai nyari lagunya Sherina, Joshua, Susan, dll, sebelum generasi anak-anak kita matang karbitan.

Labels: , , ,

Friday, January 26, 2007

Namaku bukan Kata Kerja!!!

Wah, isuk-isuk kok ndaniel..
Daniel koen!!
Se' tha la....
Iku jenengku pek...
Namaku bukan kata kerja, dodol!!! (ups sorry San...)

Aku tahu kalau aku ini calon seleb, cuman jangan gunakan namaku dengan sembarangan!!!

PS:
Kemungkinan arti kata Daniel-nya juga nggak asyik soalnya.
Sinonim yang mungkin: mutungan, ngomong agak nyelimur tinggi dikit.
Bukan padanan yang enak khan???

Labels: , , ,

Thursday, January 25, 2007

2 Aliran TA di TC

Setelah terombang-ambing tanpa arah di kampus terkutuk ini, akhirnya pencerahan datang di saat yang paling tidak disangka-sangka. Akhirnya aku menemukan judul TA, dosen pembimbing, dan niat untuk ngerjainnya.

Setelah itu, aku mulai bertualang di dunia TA maka aku menemukan, seperti sudah kuanalogikan proposalku bagai LOTR, maka aku akan mengandaikannya lagi di sini.

Di Middle-Earth TC, ada Two Towers yang satu adalah Mordor, dengan Sang Mata, dan yang satunya adalah Isengaard dengan sang penyihir Saruman. Aliran pertama adalah diikuti oleh kaum yang terjebak dan disebut Paperwraith (bukan Ringwraith), yang satunya dipenuhi oleh orc-orc yang ceria.

Cerita lebih lanjut besok aja ya...
Aku mau menghadap Sang Mata dulu.

Labels: , ,

Thursday, January 18, 2007

Indonesia Dirampok!!!

Semalam Indonesia ditahan seri 2-2 oleh Singapura.
Sebenernya masalahnya bukan itu. Perampokan yang terjadi sungguh kentara.

Mulai dari Alam Sah yang nggak dikartumerah abis nyikut Erol FX Iba, sampai nggak adanya injury time di babak kedua, padahal jelas2 banyak kejadian yang membuat bola berhenti, contoh
pura-pura cederanya Lewis kiper Singapura, dan bek no 15 yang jatuh karena diterpa angin(nggak jelas kenapa tiba-tiba ngeluh cedera, aneh kan?).

Akhirnya gol dari Ilham dan gol indah Zaenal Arif nggak mampu nyelametin Indonesia dari hasil seri di depan mata.

Sisi lain pertandingan kemarin adalah beberapa keunikan yang terjadi, di antaranya wasit yang sempat menyita handphone. Heh? siapa pemain yang cukup sibuk sehingga harus membawa HaPe ke lapangan?
Sampai semangat 45 yang ditunjukkan Erol Iba, yang mau masuk lapangan lagi setelah cedera, walau sudah diganti.

Hmmm....
Abis gini akan ada kambing hitam, dan Peter Withe adalah salah salah satunya.
Goodbye Mister,
Seandainya PSSI bisa bener-bener ngaca kenapa kok bisa gagal....

Labels: , ,

Sunday, January 14, 2007

Debut Flash

Abis mbaca blog-nya Rianto yang lagi belajar nulis cerita flash, aku jadi pengen nulis juga.
Cerita ini terinspirasi dari cerita seseorang. Langsung aja, judulnya SMS Selingkuh.

SMS Selingkuh

Lita: Sis, aku baru liat cowokmu jalan sama cewek lain
Sita: Oh ya, dimana?
Lita: Di TP, lagi go show sekarang!
Sita: Okelah aku cek dulu ya.
Sita: Jok, kamu lagi dimana?
Joko: Di TP sama Santi, emang kenapa?
Sita: Cewek barumu?
Joko: Iya
Sita: Ya sudahlah, aku juga mau jalan sama Argo.
Tapi Senin kita jadi nonton ya?
Joko: Iya sayang, apa sih yang enggak buat kamu.

Labels: ,

Sunday, January 07, 2007

Hidup (tidak selalu) adalah kompetisi

Jadi ranking 1 di kelas
Lulus paling cepat
Berlari paling cepat
Kebut-kebutan di jalan raya
Dan yang paling aku benci
Cepet-cepetan kawin nikah


Kita selalu berburu dan berlari dalam kompetisi demi kompetisi. Kita bersaing dengan orang-orang sekitar kita.
"Itu gaya hidup kota!"
"Dunia itu kejam, Jendral!"
"Kota ini adalah hutan belantara"
Pernahkah kita berhenti sebentar dan berpikir, sampai kapan kita akan berkompetisi?
Saling menyikut, menendang, mencakar, mengerawuk, menjambak, (sampai kapan listnya?)
Apa nggak capek?


Coba kita lihat suatu kompetisi paling kuno di dunia...
Atletik.
Pernahkah atlit lari menyikut lawannya?
Pernahkah atlit lempar lembing melempar ke arah lawannya?
(kayaknya heboh deh, kalo nggak sengaja kena juri pernah soalnya...)
Dengan siapa mereka bersaing?
Cukup bersaing dengan diri sendiri...
Cukup menajamkan rekor sendiri (go to hell dengan rekor orang lain)


And the last...
Please, try not kill yourself when you're trying....
Know your limit, expand it, push it, surpass it...

Labels: , ,

Sunday, December 31, 2006

Apakah Pulang itu Penting?

Ini rekaman percakapan singkat dengan seorang supir bemo O. Tanggal 30 Desember 2006, sehari sebelum Idul Adha.

Supir: Mas, nggak pulang kampung?
Aku : Oh nggak Pak, Kalau bapak?
Supir: Maunya mas, cuman nggak bisa, nggak punya duit.
Aku : Pulang kemana pak?
Supir: Ke Madura mas.
Aku : Bukannya biasanya kalau pulang cuman Lebaran aja?
Supir: Kalau saya nggak mas, setiap hari raya saya pulang, Idul Fitri, Idul Adha, Maulid, saya pasti pulang. Malah saya bela-belain pinjam kalau perlu, tapi sekarang nggak bisa mas, sudah banyak pinjam, toh 5 hari lagi saudara saya nikah, jadi nanggung mas.
Aku : Oh gitu...
Supir: Rasanya sedih mas, ndenger takbiran tapi nggak di rumah.

Hmmm....
Aku nggak pernah tahu rasanya kangen rumah, lha wong seminggu sekali pulang kok... But aku bisa ngerasain perasaannya, kerinduan akan rumah dimana kita berasal.
Jadi inget lagu in:

Shera - Pulang ke Hatimu - OST 9 Naga

Telah letih langkahku
Dan terasa berat ...
Cukup banyak kesalahan
Kubuat ...

Di mimpiku
Ku dengar bunyi suara
Yang memanggilku pulang
Ke dalam hatimu
Karna hanyalah hatimu
Rumah terindah.....

Ku kan pulang
Tunggu aku di depan pintumu
Cintamu padaku tuntun jalanku...

Telah letih langkahku
Dan terasa berat
Ku kan pulang ke hatimu
Rumah terindah
Ku pulang ke hatimu
Rumah terindah....


Well, kayak katanya bahamuth Everybody needs a sanctuary...

Labels: ,