http://emoticongue.blogspot.com -->

.t.h.e. .l.a.m.p. .p.o.s.t.

Monday, March 05, 2007

Commander In Chief: review

Reviewnya nggak disini, tapi di sini.
Abis Pilot Episode kemarin keren banget, aku jadi nggak sabar nunggu lanjutannya.
New addiction? You bet!!!

Labels: ,

Friday, February 09, 2007

Heroes

Setelah nonton film heroes dan hopelessly addicted. Review bisa dilihat di sini.

Ada quote yang menarik di sini:
he Earth is large. Large enough that you think you can hide from anything. From Fate. From God. If only you found a place far enough away. So you run. To the edge of the Earth. Where all is safe again. Quiet, and warm. The solace of salt air. The peace of danger left behind. The luxury of grief. And maybe, for a moment, you believe you have escaped.
Filmnya top abis... and seperti serial yang extraordinary lain.. addictive

Labels: , ,

Thursday, February 01, 2007

Amistad: A Movie Review



Freedom is not given. It is our right at birth. But there are some moments when it must be taken.
Film Amistad ini keluar tahun 1997, trus kenapa aku mbuat reviewnya 10 tahun kemudian? simple mathematic, karena aku baru nonton beberapa waktu yang lalu. Film ini stand out in the crowd dari film-film yang aku sewa saat itu(Basic Instinct 2, How to Loose Guys in Ten Days, dan film "aneh" 11.14).

-= SPOILER WARNING =-

Film ini bercerita tentang perjalanan para budak dari Afrika dengan kapal Amistad. Dalam perjalanan itu seorang budak bernama Cinque menggalang dan memimpin pemberontakan. Setelah itu Cinque menyuruh 2 awak kapal yang tersisa (yang lain dibunuh) untuk mengantar mereka ke timur. Akhirnya mereka mendarat di Amerika (Aku juga nggak paham kenapa kok bisa gitu). Saat mendarat mereka ditangkap oleh pasukan Navy AS dan ditahan. Lalu Ratu Isabella dari Spanyol mengklaim mereka untuk dieksekusi, sementara itu 2 orang dari Abolisionist (kelompok anti perbudakan) yaitu Theodore Jackson dan Lewis Tappan dengan diwakili oleh pengacara mereka, Robert Baldwin, berjuang lewat pengadilan untuk membebaskan mereka.

Dalam pengadilan pengacara para budak itu menyatakan bahwa budak itu diambil secara ilegal sehingga harus dibebaskan. Dengan berbagai daya upaya Robert Baldwin berhasil meyakinkan pengadilan bahwa mereka layak dibebaskan. Tetapi intervensi dari presiden terjadi, dan sidang diulang dengan hakim yang baru dantanpa juri.

Sebuah adegan dengan jelas menggambarkan keabsurdan pengadilan ini. Sementara sidang sibuk memperdebatkan tentang tindak kriminal yang terjadi dalam kapal, Cinque berdiri dan berseru "Give Us, Us Free!!" sehingga menghebohkan pengadilan. Seruan itu seakan berkata bahwa apa yang dibahas di sana sama sekali tidak relevan karena para budak itu pada dasarnya adalah manusia merdeka yang berusaha mengambil kembali kemerdekaan yang dirampas oleh para pedagang budak.


Trivia:
  • Djimon Honsou, yang memainkan Cinque pada film ini, hanya mengatakan 6 kata dalam bahasa Inggris. Sisanya bahasa mende.
  • Djimon Hansou juga main di film Blood Diamond.
  • Sebenarnya di Supreme Court, argumen dari Robert Baldwin, bahwa mereka diambil secara legal, lebih meyakinkan para Hakim Agung dari argumen John Quincy Adams yang berbunga-bunga.
-= END OF SPOILER WARNING =-

Film ini adalah kisah yang sangat menarik dan inspiring. Kisah tentang manusia yang berusaha untuk merebut kemerdekaan mereka kembali. Seruan moral dari Morgan Freeman sebagai John Toadstone, mantan budak bergaung di seluruh film ini:
Bahwa tidak ada yang membenci perbudakan melebihi para budak itu sendiri
For story is damn great movie.

Labels: , , ,

Sunday, January 14, 2007

Shinobi : A Moview review




Pernah tahu anime atau manga Basilisk yang sangat sadis itu?
Nah ini "versi pendeknya". Diadaptasi dari novel Kouga Ninja Scroll oleh Futaro Yamada dan berkisah tentang perseteruan antara 2 suku ninja, Kouga dan Iga.

=== SPOILER WARNING ===

Alkisah di sebuah negara bernama Jepang, setelah jaman Sengoku (jaman perang2an di Jepang) , ada 2 suku ninja yaitu Kouga dan Iga. Nah kedua suku itu sudah berperang selama ratusan tahun. Sama kayak perangnya Sovyet vs Amerika dulu mereka berperang secara rahasia di balik warlord. Kalo dua warlord perang, kalo A minta bantuan Kouga, otomatis B bakalan dibantu sama Iga.

Nah suatu hari, Oboro(Iga) dan Gennosuke(Kouga) bertemu dan saling jatuh cinta. But in a twist of fate, mereka harus bertarung dan berlomba untuk sampai ke Istana Shogun. Pembunuhan demi pembunuhan, pertarungan demi pertarungan pun terjadi sepanjang jalan ke Istana.

=== END OF SPOILER WARNING ===

Apa yang menarik dari film ini?
  1. Yukie Nakama, setelah ngelihat lucu2nya dia di dorama Gokusen, kita disajikan wajah garang dan siap membunuhnya. Sukhoi!!!
  2. Jurus-jurus sakti dari para ninja. Ada yang bisa manjangin rambut, si Oboro itu malah bisa mbunuh orang yang ngeliat matanya, trus ada Gennosuke yang bisa melihat semua keliatan lambat, keren!!
  3. Ending film yang hebat. But see it for yourself.
A Must See Movie!

Labels: , ,

Saturday, January 13, 2007

Shackles : A Moview Review



Gimana kalo kamu disuruh jadi seorang guru di sekolah dalam penjara?
Film ini adalah cerita tentang sebuah School Of Hard Knocks. Dimana setiap muridnya adalah tahanan yang berbahaya.

== SPOILER WARNING ==

Film ini bercerita tentang Ben Cross(DL Hughley), seorang guru yang dipecat karena melakukan kekerasan fisik terhadap muridnya. Setelah di-blacklist menjadi guru dimana-mana, dia dipanggil oleh Virgil, eks Kepsek yang telah memecatnya, untuk mengajar di sebuah sekolah di penjara Shackleton.

Ben Cross di sana ditunjuk mengajar Matematika dan Bahasa Inggris. Muridnya, pertama hanya satu, lalu dengan sedikit rayuannya, muridnya bertambah banyak, salah satunya Gabriel Garcia(Jose Pablo Cantillo), seorang pengedar.

Gabriel, terbukti menjadi seorang murid yang brilian, pemimpin kelas, tapi tidak merasa bahwa pendidikan berguna, dia ikut sekolah itu cuman iseng aja. Tapi akhirnya dia mau ikut lomba pembacaan puisi yang diadakan di sekolah, dan lolos ke semifinal wilayah.

Pengiriman Gabriel pun menjadi bermasalah, karena penjara melarangnya ikut kompetisi karena berada di luar penjara. Akhirnya, kompetisi baca puisi itu diadakan dalam penjara(wuiks...).

Setelah terjadi konflik di sekolah, sekolah penjara itu terancam tutup. lalu apakah yang akan dilakukan para guru, apa kompetisi puisinya jadi?

=== END OF SPOILER WARNING ===

Shackles menawarkan banyak nilai-nilai positif dalam kondisi ekstrim. Penjaga penjara harus menganggap para tahanan sebagai objek berbahaya, mereka mencaci, memaki, memukul, mengancam. Suatu situasi yang sangat diharamkan di sekolah.

Shackles juga menawarkan pembacaan puisi yang menggugah jiwa, terutama dari Gabriel, dan orang aneh yang muncul di film (nggak jelas siapa, hanya seorang gelandangan yang suka ngomong ngelantur, semacam eksistensial kali...).

Amazingly, nggak ada nama besar di film ini, tapi akting mereka MANTABZZZ!!!

Overall it's a damn good movie!!!

Labels: , ,

Tuesday, December 19, 2006

Eragon - A Moview Review

Eragon adalah sebuah cerita klasik medieval hero, seorang ksatria, seorang putri, raja yang jahat dan naga. Film ini adalah film pertama dari 3 seri, dan aku pun tidak mengharapkan sebuah cerita yang usai, seperti LOTR, biasanya akhirnya menggantung.

Film ini memiliki banyak special effect yang bagus, Pertempuran di atas naga, Eragon terbang bersama Saphira, Magic dll. Tentu saja sutradaranya Stefen Fangmeier sebelumnya adalah seorang pengarah special effect, dan penulis skenarionya Peter Buchman, adalah penulis skenario Jurrasic Park 3.

Kelemahan film ini adalah alur ceritanya yang tidak variatif. Awal dari trilogi ini berkisah tentang perjalanan Eragon setelah menemukan naga, desanya diserang, dia harus lari menemui Vander, satu-satunya kelompok yang berani memberontak dari Raja Galbatorix, sambil menyelamatkan Arya, seorang putri. Ya udah gitu aja... nggak ada variasinya, nggak banyak liukan dalam plotnya. Selain itu bagi mereka yang tidak membaca novel sampai selesai (like me) mengalami kebingungan untuk mencari ini siapa ya... itu siapa... Please introduce the character to us....

Selain itu film ini kurang "megah" untuk sebuah dongeng, Film Chronicle of Narnia memiliki setting yang lebih megah. Pertempuran antara Vander dan pasukan kerajaan pun tidak terbangun dengan baik. Masih tidak lebih baik dari pertempuran di Narnia.

Well, I found this movie a bit disappointing, but I sure wait for how they fix it it the next movie.

Labels: , ,

Thursday, September 14, 2006

Movie Review: Dunia Tanpa Koma

"Dunia Tanpa Koma" is yet another sinetron on RCTI. This sinetron (sinema elektronik, somekind like television series) offers a new genre in Indonesia Sinteron world, kinda like CSI (Dian Sastro's claims).

Who's the stars?
There is a lot of stars played in this movie like Tora Sudiro, Didi Petet, Dian Sastro, Wulan Guritno, etc. Likely, the main focus in this story is Dian Sastro that played as Raya, a rookie reporter, fresh graduate from New York University.

Whats the story?
The story is about daily life of a reporter. A fresh idea in Indonesia. In Indonesia sinetron is always about money conflict, love conflict, evil mother-in-law, evil step-mother, "self-claimed" religious story with supernatural power or somebody crying in the street in the middle of the rain. Enough of it!

back to Dunia Tanpa Koma, this sinetron is about daily life of a reporter (i already said that didn't I?). Raya is a rookie reporter that works at Target, a weekly newspaper. Raya works in Entertaiment and Music Dept. under supervision of Tora Sudiro(i forget his character's name :( ).

Her first assigment is to get an interview with Mariana Renata (playing as herself) a busy model studies at Paris that only come to Indonesia once in a while.

Conclusion
This sinetron has a good story, at least not a tipical story. Must see...

Labels: , , , ,

Tuesday, February 28, 2006

Flight of The Phoenix

Film ini adalah sebuah remake dari film berjudul serupa di tahun 1960-an. Dan dalam film ini ada beberapa dialog cerdas yang terselip. Ini salah satunya:

Frank Towns: Why give people false hope?
Liddle: Come on man.Most folks spend their whole lives holding on to hopes and dreams that are never going to come true but they hold on to them. Why are you going to give up on them now when you need them most?
Frank Towns: You are assuming I'm one of those people who has hopes and dreams.
Liddle: I find it hard to believe that a man who learns to fly never had a dream.
Frank Towns: Look, how can I let those people build that plane when I don't believe it will work? And, every day they waste trying to build it brings them one day closer to dying.
Liddle: I think a man only needs one thing in life. He just needs someone to love. If you can't give him that, then give him something to hope for. And if you can't give him that, just give him something to do.
Frank Towns: James, you'll never make it.
Liddle: Then I'll die trying. There are people counting on me.
Frank Towns: Okay, Okay, Okay. Okay. We'll build it.

-----------
Rady: Let me tell you a story. A rabbi and a priest attend a boxing match. They watch as the boxers come into the ring. The rabbi sees one of the boxers cross himself. So the rabbi turns to the priest and asks, "What does that mean" The priest says, "Not a damn thing if the man can't fight."

----------
Sammi: I thought you weren't religious, Rady?
Rady: Spirituality is not religion. Religion divides people. Belief in something unites them.

Labels: , ,